Category: Adat Jawa


Sedekah Bumi

SEDEKAH BUMIadalah salah satu upacara adat Jawa yang diselenggarakan setelah selesainya panen padi, jadi maksudnya sebagai ungkapan syukur “tandhuran” padi berhasil panen dan hasilnya baik. Upacara adat ini kadang juga disebut upacara mreti desa dan biasanya digabung dengn upacara adat sedekah bumi atau mreti bumi. Setiap daerah mempunyai atat cara dan prosesi upacara yang berlainan menurut kebiasaan masing-masing tetapi tujuannya sama saja.

Pada jaman dahulu upacara adat ini dikaitkan dengan Dewi sri yang dianggap sebagai dewi Padi karena keberhasilan panen itu hasil kemurahan dari Dewi sri yang wajib disyukuri. Baca lebih lanjut

Tedhak siti adalah salah satu upacara adat untuk anak yang berumur 7 bulan. Upacara ini di daerah yang lain di nusantara juga ada, biasanya disebut ”injak tanah” di Jakarta atau juga disebut ”mudhun lemah”. Tedhak Siten itu berasal dari kata tedhak atau idhak dan siten ( dari kata siti yang berari lemah atau tanah ). Upacara ini sebagai lambang bahwa anak bersiap-siap menjalani hidup dengan dituntun orangtua dan diselanggarakan jika anak sudak berumur 7 selapan atau 245 hari

( 7 x 35 = 245 ).

Urutan kegiatannya :
1) Tedhak sega pitung warna
2) Mudhun tangga tebu

3) Ceker-ceker
4) Kurungan
5) Sebar udik-udik
6) Siraman

Brokohan adalah salah satu upacara adat Jawa untuk menyambut kelahiran bayi. Upacara adat ini mempunyai makna sebagai ungkapan syukur dan sukacita karena kelahiran itu selamat. Brokohan itu asal katanya dari bahasa Arab yaitu ”barokah” yang artinya mengharapkan berkah.

Tujuannya adalah untuk keselamatan proses kelahiran juga untuk perlindungan terhadap bayi dan dengan harapan bayi yang lahir menjadi anak yang baik perilakunya.

Rangkaian acaranya diawali dari mendhem ari-ari yang dilanjutkan

dengan bagi-bagi sesajen brokohan untuk saudara dan tetangga

Mendhem ari-ari adalah salah satu upacara kelahiran yang umum diselenggarakan dan juga di daerah – daerah ( suku-suku ) lain. Ari-ari itu bagian penghubung antara ibu dan bayi waktu bayi masih didalam rahim. Istilah lain dari ari-ari adalah aruman atau embing-embing ( mbingmbing ).

Orang Jawa itu percaya bahwa bahwa ari-ari itu adalah salah satu dari ”sedulur papat” atau ”sedulur kembar” dari si bayi sehingga ari-ari harus dirawat dan dijaga. Yaitu tempat yang digunakan untuk memendham ari-ari diberi lampu

( umumnya lampu senthir ) untuk penerangan, ini menjadi simbol pepadadang untuk bayi. Senthir itu dihidupkan sampai 35 hari ( selapan dina ). Baca lebih lanjut

Apa sih sebenarnya upacara tujuh bulanan itu? Upacara tujuh bulanan adalah ritual adat-istiadat yang dilakukan dalam merayakan usia kandungan seorang ibu yang mencapai tujuh bulan. Dalam bahasa Jawa, upacara ini disebut mitoni, yang artinya suatu kegiatan yang dilakukan pada hitungan ke-7. Tujuan diselenggarakan upacara ini adalah agar embrio dalam kandungan dan ibu senantiasa memperoleh keselamatan sampai ia lahir kelak.

Menurut tembi.org, upacara tujuh bulanan versi Jawa ini terdiri dari beberapa tahap ritual, antara lain:

  1. Siraman
    Siraman atau mandi merupakan simbol upacara sebagai pernyataan tanda pembersihan diri, baik fisik maupun jiwa. Pembersihan secara simbolis ini bertujuan membebaskan calon ibu dari dosa-dosa sehingga kalau kelak si calon ibu melahirkan anak, ia tidak mempunyai beban moral sehingga proses kelahirannya menjadi lancar. Upacara siraman dilakukan di kamar mandi dan dipimpin oleh dukun atau anggota keluarga yang dianggap sebagai yang tertua. Baca lebih lanjut
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.759 pengikut lainnya.