suarasurabaya.net| Isak tangis dari TRI RISMAHARINI Walikota Surabaya memecah keheningan di rumah duka di samping jenazah SOETOJO SOEKOMIHARDJO pendiri Radio Suara Surabaya.

”Bapak (Pak SOETOJO—Red) itu seperti bapakku,” ucapnya lirih sambil menahan isak tangis, saat ditanya suarasurabaya.net, Kamis (25/11) tentang kesannya terhadap SOETOJO.

”Pak TOJO itu juga sebagai penasehat dan pelindung saya,” ungkapnya lagi dengan terbata-bata sambil mengusap air matanya.

RISMA mengisahkan bagaimana kedekatannya dengan SOETOJO bahkan dimulai sebelum menjabat Walikota Surabaya. ”Sejak saya masih di Dinas Pertamanan, saya sudah mulai mendapat beberapa masukan dari Bapak. Kemudian menjabat di Bappeko kami lebih sering bertemu dan ngobrol dan berdiskusi. Banyak sekali masukan dan nasehat buat saya,” kata RISMA.

RISMA pun menceritakan, saat SOETOJO dirawat di RS Darmo, hampir tiap malam disempatkan bezuk. ”Saya sering bezuk sendiri malam-malam, ngobrol sama pak TOJO. Yang diobrolin macam-macam, mulai KBS (Kebun Binatang Surabaya—Red), Undang-Undang Penyiaran, pendidikan, dan bagaimana membangun partisipasi masyarakat Surabaya untuk kemajuan kota ini,” ungkapnya.

”Pak TOJO orangnya tidak mau diam. Meskipun sakit tetap semangat. Pak TOJO sesudah dioperasi dan diinfus di ruang ICU masih bersemangat dan luar biasa semangatnya. Dalam kondisi seperti itu, beliau tidak memikirkan diri sendiri tapi masih memikirkan kemajuan Kota Surabaya ini. Saya merasa sangat kehilangan Bapak yang sudah seperti bapak saya sendiri,” kata RISMA dengan sesenggukan.

SOETOJO SOEKOMIHARDJO Direktur Utama Suara Surabaya Media, wafat, Kamis, 25 Nopember 2010, pukul 01.15 WIB di RS Darmo Surabaya. SOETOJO merupakan anak keenam dari 10 bersaudara. Meninggalkan seorang istri bernama ENDANG SETYOWATI dan 4 orang anak yakni PULUNG LILA KARTIKA, WAHYU WIDODO, ANDARI SHINTA DEWI, dan IWAN ADI NUGRAHA, serta 9 cucu.(ipg)

Teks Foto:
1. TRI RISMAHARINI di rumah duka saat mengudara di SS untuk mengucapkan bela sungkawa.
2. SOETOJO SOEKOMIHARDJO yang dianggap bapak sendiri oleh TRI RISMA.
Foto: IPING dan dok. suarasurabaya.net