Mendhem ari-ari adalah salah satu upacara kelahiran yang umum diselenggarakan dan juga di daerah – daerah ( suku-suku ) lain. Ari-ari itu bagian penghubung antara ibu dan bayi waktu bayi masih didalam rahim. Istilah lain dari ari-ari adalah aruman atau embing-embing ( mbingmbing ).

Orang Jawa itu percaya bahwa bahwa ari-ari itu adalah salah satu dari ”sedulur papat” atau ”sedulur kembar” dari si bayi sehingga ari-ari harus dirawat dan dijaga. Yaitu tempat yang digunakan untuk memendham ari-ari diberi lampu

( umumnya lampu senthir ) untuk penerangan, ini menjadi simbol pepadadang untuk bayi. Senthir itu dihidupkan sampai 35 hari ( selapan dina ).

Tata caranya adalah sebagai berikut :
  1. Ari-ari dicuci sampai bersihdan dimasukkan kedalam kendhi ataubatok kelapa.
  2. Sebelum ari-ari dimasukkan alas kendhi diberi ”godhong senthe” lalu kendhi itu ditutup dengan lemper yang masih baru dan dibungkus kain mori.
  3. Kendhi lalu digendong, dipayungi, dibawa ke lokasi penguburan.
  4. Lokasi penguburan kendhi harus berada di sebelah kanan pintu utama rumah. Yang memendam kendhi harus bapak dari bayi.