suarasurabaya.net| Polemik keistimewaan Jogyakarta, dinilai SUPARTO WIJOYO pengamat lingkungan yang juga anggota tim hukum Kementerian Lingkungan Republik Indonesia, Minggu (05/12) sebagai sesuatu yang tidak produktif.

SUPARTO WIJOYO mengatakan, pemerintah seharusnya memiliki kepekaan ekologis serta sosio ekologis pada masyarakat Yogyakarta.

Pemerintah seharusnya melihat tata kelola lingkungan Yogyakarta dengan beberapa pendekatan. Diantaranya dengan pendekatan kultural serta mempertimbangkan kearifan kawasan.

Menurut SUPARTO WIJOYO, Yogyakarta sudah menjadi model tata pemerintahan yang menggabungkan demokrasi dalam alam monarkhi. Jadi seharusnya keistimewaan Yogyakarta tidak menjadi polemik.

Kalau pemerintah mengubah keistimewaan Yogyakarta, justru menunjukkan ketidakdewasaan pemerintah pusat dalam membaca Yogyakarta dari sisi histroris.

Kalau keistimewaan Yogyakarta diubah, SUPARTO WIJOYO kepada TRI MARTHA HERAWATI reporter radio suara Surabaya, Minggu (05/12) mengatakan justru merasa khawatir bahwa Yogyakarta yang selama ini dikelola secara cultural serta mempertimbangkan kearifan akan terhapus.(tok)