Sidang lanjutan Ariel atas kasus Video Porno di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Senin (13/12). Sidang kali ini mengagendakan keterangan saksi yang berjumlah 8 orang. Cut Tari, Luna Maya, Andika The Titans, Agus Wahid, Rahmat Jaya, Helmi Tandilo, Budi Harianto, dan Hendra Suhendra. Namun hingga perjalanan sidang Luna Maya tidak hadir dalam persidangan. FOTO : FEDRIK TARIGAN/INDOPOS

BANDUNG – Penyanyi Nazriel Irham alias Ariel Peterpan terus menampik keterlibatan dirinya dalam video mesum. Kendati Cut Tary dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung kemarin (13/12) mengakui perbuatan mesumnya dengan Ariel, vokalis Peterpan itu bergeming.

Sidang kemarin sejatinya menghadirkan delapan saksi. Namun, dua saksi mangkir. Yakni, Budi Haryanto dan kekasih Ariel, Luna Maya. Jaksa penuntut umum (JPU) Arief Indra mengatakan keduanya mangkir tanpa alas an jelas. “Mungkin sibuk,” ujar jaksa berambut tipis itu.

Selain Tary, mereka yang hadir adalah Andika, Indra (keduanya personil the Titans), Agus Wahid, Helmi Tandi Lino, dan Rahmat Jaya (ketiganya saksi pelapor dari LSM Hajar Indonesia).

Di dalam sidang tertutup tersebut, enam saksi memberi keterangan bergantian. Mereka bergiliran dipertontonkan adegan mesum yang diduga dilakoni Ariel, Luna Maya, dan Tary itu pada layar proyektor dari sebuah komputer jinjing. Komputer diletakkan di meja kecil di samping meja hakim dan disorotkan ke layar yang membelakangi pintu sidang. Kecuali Tary, semua saksi mengatakan bahwa pemeran lelaki dalam video panas itu mirip Ariel.

Tary mendapat giliran keempat menyampaikan keterangan di depan hakim. Saat dia bersaksi, majelis hakim juga memutarkan video. Namun, tidak seluruh adegan disetel. Panitera persidangan menampilkan awal adegan dan mempercepatnya. Tary mengakui bahwa wanita dalam rekaman tersebut adalah dirinya. Dia juga menuding bahwa lawan mainnya dalam video itu adalah Ariel. “Kejadiannya di mana, saya lupa. Itu terjadi sekitar 2005 atau 2006,” kata JPU Rusmanto menirukan kesaksian mantan presenter Insert itu.

Tary, kata Rusmanto, juga mengatakan tidak ada unsur paksaan dalam kejadian tersebut. Awalnya mereka berkenalan di suatu tempat kemudian berlanjut dengan hubungan suami istri itu. “Tary bilang mereka melakukannya di bawah tiga kali,” ujar Rusmanto. Tapi, pengakuan wanita berdarah Aceh itu bertepuk sebelah tangan. Ariel menampik semua pengakuan Tary. “Itu memang hak terdakwa (Ariel, Red.), kita percaya fakta hukum di persidangan saja,” kata Rusmanto.

Afrian Bondjol keberatan dengan keterangan saksi. Menurut dia, kesaksian mereka tak sesuai fakta. “Apa isi keberatan kami, tidak bisa disampaikan dong. Ini kan persidangan tertutup,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Ariel. Dia mempertanyakan alasan memutar video itu. “Yang jadi masalah kan penyebarannya. Seharusnya siapa yang ada di dalam video itu tidak perlu. Itu sudah di luar permasalahan,” kata Ariel seusai sidang.

Kendati tak muncul di sidang, Luna justru terlihat di Rutan Pondok Waru kemarin sore (13/12). Sekitar pukul 16.00, dia memasuki Rutan bersama empat kuasa hukumnya dan tiga famili Ariel. Mereka menggunakan dua mobil berbeda. Luna menumpang mobil Toyota Avanza sedangkan para kuasa hukum dengan Marcedes Benz legam bernopol B 1 LAW.

Saat keluar dari mobil, Luna mengenakan jaket putih bergaris hitam dengan penutup kepala. Karena Rutan sudah sepi dari para pembesuk dan tidak ada wartawan, kehadiran mereka tidak memancing perhatian. Hampir sejam mereka menjenguk Ariel. Sekitar pukul 16.50, rombongan keluar. Para pengacara melintas keluar terlebih dahulu sebelum diikuti mobil Luna.

sumber : www.jpnn.com