Headline

Foto: Istimewa

Oleh: Avandi Wiradinata
Bola – Selasa, 28 Desember 2010 | 14:13 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saat tunduk 3-0 di leg pertama final Piala AFF 2010 atas Malaysia, tim nasional Indonesia mengenakan jersey berwarna putih. Terdapat penelitian yang menyimpulkan jika ingin menang dalam olahraga, gunakan seragam atau pelindung tubuh berwarna merah.

Sebuah survei terhadap empat cabang olahraga di Olimpiade Athena 2004 menunjukkan seseorang punya kemungkinan memenangkan pertandingan yang lebih besar bila mengenakan seragam merah.

“Di Berbagai cabang olahraga, kami menemukan bahwa memakai baju merah secara konsisten punya probabilitas yang lebih tinggi untuk menang,” demikian bunyi laporan Russell A Hill dan Robert A Barton dari University of Durham, Inggris. Temuan mereka dipublikasikan lima tahun lalu dalam JurnalNature.Demikian Redorbit melansir.

Warna merah memang kerap dikaitkan dengan agresivitas hewan, seksualitas, dan dominasi laki-laki.

Penelitian yang melibatkan seorang antropolog itu menganalisis seragam dari empat cabang olahraga di Summer Olympic Games, yakni tinju, Tae Kwon Do, gulat, dan gulat gaya bebas.

Di event tersebut, secara acak para atlet diberikan pelindung tubuh dan pakaian olahraga berwarna merah. Dan, atlet yang ‘berwarna’ merah memenangkan 16 dari 21 babak atau putaran yang dimainkan di empat cabang tadi.

Efek merah juga terjadi di olahraga tim. Para antropolog menganalisis tim yang mengenakan jersey warna merah di tiap pertandingan pada Piala Eropa 2004. Ditemukan lima tim mencetak gol lebih banyak dan lebih sering menang ketika memakai kaos yang dominan merah, sedang lawannya biru atau putih.

Para ilmuan memang tidak menjabarkan secara pasti bagaimana warna merah memberi keuntungan pada atlet. Tapi warna ini memberi pesan implisit tentang semangat dan bahaya. Saat marah, wajah orang jadi merah. Ini juga alasan kenapa tanda berhenti atau stop selalu ditandai dengan warna merah.

Sementara itu, seorang psikolog yang mendalami teori evolusi, Robin Dunbar, dari Universitas Liverpool berspekulasi mata primata mungkin sensitif terhadap efek warna merah. Menurutnya, hal ini bisa disebabkan perilaku naluriah.

Dia menambahkan, pesaing atau lawan mungkin merasa gelombang testosteron lebih banyak saat memakai baju merah atau mungkin merasa tunduk saat menghadapi lawan berbaju merah.

Bila berpijak dari paparan di atas, maka skuad Garuda punya kans besar lebih besar saat melakoni leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, besok (Rabu, 29/12/2010), mengingat jersey laga tandang tim Indonesia berwarna merah. Kita tunggu pembuktiannya di Stadiion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, besok. [nic]