Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyayangkan politisasi terhadap Timnas sepakbola Indonesia. Dia mengatakan, politisasi seperti jamuan makan Timnas oleh politisi, bisa mengganggu konsentrasi pemain menghadapi pertandingan.

“Itu yang menurut saya sangat disayangkan, jika sampai (dipolitisasi) di ranah olahraga,” kata Megawati usai Refleksi Akhir Tahun 2010 di kantor Megawati Institute, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010).

Jamuan makan yang dilakukan politisi, kata Megawati, seolah ingin mengklaim prestasi Timnas yang belakangan sedang menanjak.

“Seperti yang saya katakan, kenapa kayak sepertinya mau mengklaim dengan mengajak ke sana ke sini. Apapun juga, itu melepas konsentrasi mereka,” kata Megawati.

Megawati menjelaskan, sepakbola bola juga bagian dari politik. Namun politik dalam olahraga harus dimaknai sebagai sarana untuk membangkitkan rasa nasionalisme.

“Olahraga pun bagian dari politik, kalau kita dulu Bung Karno bangun GBK itu untuk membangkitkan semangat nasionalisme kita dalam berbangsa dan bernegara di bidang olahraga. Pada waktu itu mau menjadi tuan rumah Asian Games,” jelasnya.

Dia melanjutkan, jika ingin melakukan jamuan makan, hendaknya itu diadakan setelah Timnas meraih Piala AFF 2010.

“Para pemain itu harus dibiarkan untuk terus konsentrasi, fokus. Jadi kalau saya dengar di koran diundang makan dan sebagainya, ya menurut saya, tunggulah dulu. Kan ada waktunya kalau menang. Kalau kita sudah bisa pegang piala,” katanya.